Batu bacan doko dikenal memiliki keindahan. Batu bacan
merupakan jenis batu mulia/akik asal Indonesia dan banyak ditemukan di
daerah Halmahera Selatan Maluku Utara tepatnya di pulau bacan. Jenis
batu bacan paling populer dan banyak dicari jenis batu bacan doko dan
batu bacan palamea.
Batu bacan rata-rata berwarna hijau. Di situs
jual beli dapat ditemu bacan dengan harga bervariasi dari ratusan ribu
hingga puluhan juta. Salah satu bacan termahal bahkan berada di kisaran
harga Rp150 Jutaan.
Batu bacan doko dan palamea termasuk 2 jenis
batuan Halmahera yang saat ini tengah naik daun dan sering menjadi
perbincangan antara pengobi batu permata.
Blogger akiks.com dan batu-bacans.com menyebut,
keunikan batu bacan doko atau palamea adalah kemampuannya mengkristal
secara alami meskipun sudah diangkat dari perut bumi. Bahkan setelah
diolah menjadi perhiasan batu ini masih dapat hidup.
Hal inilah yang membuat bacan disebut-sebut sebagai batu hidup atau batu bernyawa.
3 Jenis
Batu
bacan sebenarnya terbagi menjadi tiga jenis yakni Bacan Obi, Bacan Doko
dan Bacan Palamea. Ketiga jenis batu tersebut ditemukan dari wilayah
yang sama yaitu Maluku Utara.
Meki berasal dari wilayah yang sama,
ketiganya memiliki karakteristik berbeda satu sama lain. Untuk
membedakan tiga jenis batu itu cukup mudah dan bisa dilakukan dengan
kasat mata. Terutama ketiganya memiliki warna yang berbeda.
Batu doko ditemukan di Desa Doko Pulau Kasiruta, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Maluku Utara.
Bacan Doko memiliki warna hijau bening dan hijau tua agak gelap. Sebagian pedagang banyak menyebutnya dengan hijau cincau.
Jika
disorot lampu muncul hijau cerah dari batu. Inilah yang paling disukai
dan digemari banyak kolektor. Bacan doko cincau biasanya lebih cepat
mengalami perubahan warna dibandingkan jenis palamea dan berkisar antara
3 hingga 4 bulan warna sudah mulai berubah hijau dari warna sebelumnya
yang agak gelap. Semakin cerah warna yang dimiliki maka harganya pun
akan semakin mahal.
Sedangkan, bacan palamea ditemukan di Desa
Palamea Kecamatan Bacan Barat Halmahera. Ciri khususnya adalah berwarna
hijau kebiruan.
Proses kristalisasi menjadi bening dipercaya lebih
lambat dibandingkan dengan jenis doko. Namun, kedua jenis batu tersebut
sama-sama mejadi buruan banyak kolektor dan pencinta permata.
Sedangkan, bacan obi yang paling mudah dibedakan.Batu bacan obi ditemukan di pulau Obi Maluku Utara.
sumber: lifestyle.bisnis.com
No comments:
Post a Comment