Wednesday, August 5, 2015

7 Cara Merawat Batu Akik Bacan Agar Mengkilap dan Mengkristal


Batu akik jenis bacan adalah salah satu batu yang paling diburu oleh kolektor. Batu akik bacan termasuk batu mulia yang mempunyai nilai artistik tinggi sehingga memiliki harga yang sangat mahal. Ciri yang paling menonjol dari batu ini adalah mengkristal sempurna dengan bening tanpa bercak di dalamnya.
Untuk kualifikasi batu bacan seperti itu pasti memiliki harga yang sangat tinggi. Biasanya untuk pemula lebih memilih batu akik bacan yang sedikit lebih muda untuk kemudian dipoles lagi. Untuk bacan yang masih muda mempunyai warna cenderung gelap dan sedikit tampak keputihan. Harga batu bacan seperti ini tidak semahal batu bacan yang sudah tua.
Jika Anda memiliki batu akik jenis ini, maka harus pandai-pandai merawatnya agar tidak berkurang nilai keindahannya. Ada beberapa cara merawat batu akik bacan yang bisa kita lakukan agar bisa tampil lebih mempesona. Berikut ini ulasan singkatnya.

1. Bersihkan dengan kain yang lembut

Biasakan untuk selalu membersihkan batu bacan menggunakan kain yang halus agar tidak terjadi goresan. Sekali waktu bisa juga menggunakan kain yang sedikit basah untuk menghilangkan debu yang menempel. Yang perlu diperhatikan adalah kain yang kita pakai untuk membersihkan batu akik bacan harus lembut seperti yang digunakan untuk membersihkan kaca mata. Lakukan secara rutin agar menghasilkan kilau yang semakin menawan.

2. Olesi batu dengan minyak zaitun

Untuk mempercantik batu akik bacan Anda, bisa dengan tritmen khusus untuk batu bacan. Anda bisa mengolesi minyak zaitun pada permukaan batu akik tersebut. Fungsinya adalah untuk menjaga batu agar tetap mengkilap. Caranya yaitu dengan meneteskan minyak zaitun pada kain yang halus lalu kemudian digosokkan pada batu bacan secara perlahan-lahan.

3. Simpan di tempat terbuka

Untuk pehobi batu akik pemula tak jarang ada yang salah kaprah dengan menyimpan batu akik jenis bacan pada sebuah kotak khusus. Ini adalah cara yang salah, jangan pernah menyimpan batu bacan yang masih dalam proses pengkristalan dalam sebuah kotak. Menyimpan batu bacan dalam sebuah kotak hanya akan menghambat proses pengkristalan batu bacan tersebut. Lebih ideal bila disimpan di tempat yang terbuka.

4. Hindarkan dari benturan

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya benturan, sebaiknya ketika tidur batu tersebut dilepas saja atau tidak dipakai. Karena jika terjadi benturan dengan benda keras, dan terjadi goresan akan sangat sulit untuk menghilangkannya dan tentu saja mengurangi nilai keindahan serta harga jualnya pun akan semakin menurun.

5. Dipakai setiap hari

Meskipun cara ini cara yang sederhana, namun cara ini sampai saat ini masih dianggap yang paling baik dan natural. Cara perawatan dengan dipakai setiap hari sebenarnya adalah memanfaatkan suhu yang ada dari si pemakai itu sendiri.
Dengan suhu yang stabil dan lebih panas dari sekitarnya, sangat efektif membentuk bacan yang semi kristal untuk menjadi plong mengkristal seutuhnya. Selain natural, cara ini dipandang sangat aman dan jauh dari resiko apapun karena tritmen ini tidak menggunakan bahan-bahan kimia untuk mengkristalkan batu akik bacan.

6. Bawa ke tukang poles

Jika Anda merasa belum bisa merawat dengan baik dan benar atau pun mungkin Anda repot dan tidak bisa merawatnya, lebih baik Anda minta tolong pada tukang poles akik kepercayaan Anda untuk merawatnya. Sayang sekali jika Anda memiliki batu bacan namun kurang maksimal merawatnya. Disarankan Anda pilih tukang poles batu akik yang benar-benar sudah ahli dan reputasinya bisa dipertanggungjawabkan.

7. Perendaman dan Penjemuran

Cara ini dilakukan untuk merekayasa suhu untuk mempercepat pengkristalan batu bacan. Cara yang sering dilakukan adalah dengan memasukkan batu bacan pada sebuah toples yang berisi air sampai benar-benar tenggelam. Setelah itu taruh toples tersebut pada tempat yang langsung terkena sinar matahari.
Perhatikan air, jika air habis dan berwarna tidak bening, segera ganti dengan yang baru. Proses ini bisa cukup satu atau dua hari, namun ada juga yang memerlukan waktu satu bulan bahkan lebih.  Lakukan ini sampai batu bacan bersih dan plong mengkristal.

sumber: www.maxmanroe.com

Tips Membedakan Batu Bacan

Batu bacan doko dikenal memiliki keindahan. Batu bacan merupakan jenis batu mulia/akik asal Indonesia dan banyak ditemukan di daerah Halmahera Selatan Maluku Utara tepatnya di pulau bacan. Jenis batu bacan paling populer dan banyak dicari jenis batu bacan doko dan batu bacan palamea.
Batu bacan rata-rata berwarna hijau. Di situs jual beli dapat ditemu bacan dengan harga bervariasi dari ratusan ribu hingga puluhan juta. Salah satu bacan termahal bahkan berada di kisaran harga Rp150 Jutaan.
Batu bacan doko dan palamea termasuk 2 jenis batuan Halmahera yang saat ini tengah naik daun dan sering menjadi perbincangan antara pengobi batu permata.
Blogger akiks.com dan batu-bacans.com menyebut, keunikan batu bacan doko atau palamea adalah kemampuannya mengkristal secara alami meskipun sudah diangkat dari perut bumi. Bahkan setelah diolah menjadi perhiasan batu ini masih dapat hidup.
Hal inilah yang membuat bacan disebut-sebut sebagai batu hidup atau batu bernyawa.
3 Jenis
Batu bacan sebenarnya terbagi menjadi tiga jenis yakni Bacan Obi, Bacan Doko dan Bacan Palamea. Ketiga jenis batu tersebut ditemukan dari wilayah yang sama yaitu Maluku Utara.
Meki berasal dari wilayah yang sama, ketiganya memiliki karakteristik berbeda satu sama lain. Untuk membedakan tiga jenis batu itu cukup mudah dan bisa dilakukan dengan kasat mata. Terutama ketiganya memiliki warna yang berbeda.
Batu doko ditemukan di Desa Doko Pulau Kasiruta, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Maluku Utara.
Bacan Doko memiliki warna hijau bening dan hijau tua agak gelap. Sebagian pedagang banyak menyebutnya dengan hijau cincau.
Jika disorot lampu muncul hijau cerah dari batu. Inilah yang paling disukai dan digemari banyak kolektor. Bacan doko cincau biasanya lebih cepat mengalami perubahan warna dibandingkan jenis palamea dan berkisar antara 3 hingga 4 bulan warna sudah mulai berubah hijau dari warna sebelumnya yang agak gelap. Semakin cerah warna yang dimiliki maka harganya pun akan semakin mahal.
Sedangkan, bacan palamea ditemukan di Desa Palamea Kecamatan Bacan Barat Halmahera. Ciri khususnya adalah berwarna hijau kebiruan.
Proses kristalisasi menjadi bening dipercaya lebih lambat dibandingkan dengan jenis doko. Namun, kedua jenis batu tersebut sama-sama mejadi buruan banyak kolektor dan pencinta permata.
Sedangkan, bacan obi yang paling mudah dibedakan.Batu bacan obi ditemukan di pulau Obi Maluku Utara.

sumber: lifestyle.bisnis.com

Memulai Bisnis Batu Bacan

Dalam memulai usaha batu dibutuhkan syarat-syarat agar usaha yang sobat rintis bisa berjalan dengan baik dan awet (tidak bangkrut). Berani mengambil resiko dengan cepat merupakan insting yang sangat diperlukan dalam usaha ini. Sobat masih serius ingin melanjutkan usaha tersebut? Ada baiknya simak tips dibawah ini.
  • Mulailah dengan niat yang jujur
  • Modal awal tidak usah terlalu besar karena masih baru dalam usaha batu.
  • Pengetahuan tentang seputar batu cincin yang sedang trend maupun yang punya nilai khusus harus dimiliki seorang yang ingin terjun dibidang ini.
  • Mengetahui nama-nama batu, minimal yang biasa beredar dipasaran.
  • Selalu survey harga dan bahan batu dimana saja, kalau bisa cari info dengan sesama pedagang batu.
Mungkin masih banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan, namun poin-poin diatas cukup sebagai dasar memulai usaha batu permata.

 Tidak butuh modal besar untuk skala kecil, hanya membutuhkan keberanian dan pengetahuan dalam berbisnis batu.
Sebagai contoh, teman membeli bahan batu bacan seharga 200 -300 ribu, lalu dibentuk dan diikat dalam waktu 3 bulan dijual dengan harga 1 juta. Bayangkan bila sobat punya 5 bahan batu bacan, tentunya pasti akan banyak uang yang sobat kantongi.
Dalam berbisnis batu faktor utama yang sangat menentukan adalah kejujuran, jangan sampai orang yang membeli batu merasa dikecewakan dengan kwalitas yang tidak sesuai dengan apa yang diomongkan.
Apa saja yang harus sobat siapkan, mari kita lihat dibawah ini:
  1. Uang, uang adalah faktor utama dalam bisnis batu, karenanya sobat bisa leluasa membeli bahan atau batu yang berkwalitas untuk dijual kembali.
  2. Sampel batu, dibutuhkan untuk contoh bila sobat menjual bahan batu (rough).
  3. Promosi diberbagai media online gratis seperti google plus, facebook, twitter, bbm dan lain sebagainya.
  4. Pengetahuan tentang batu sangat diperlukan sebagai referensi dalam berbisnis, seperti blog ini yang mengulas tentang serba-serbi batu permata sangat bagus untuk pengetahuan dalam berbisnis batu.
  5. Pembeli adalah ujung tombak dalam menentukan berhasilnya seseorang dalam bisnis batu.
sumber: pusatbatu.com


Harga Batu Bacan

Harga Batu Bacan

Wajib anda ketahui bahwa harga dari batu akik bacan sendiri sangat beragam tergantung dari jenis dan kualitasnya serta juga ukurannya. Bila anda menginginkan yang Super tentu perlu merogoh kocek dalam-dalam, tapi jika yang hanya kualitas standar saja, maka uang Rp. 2 juta saja sudah cukup untuk membelinya. Tapi Caraspot menyarankan untuk tidak begitu saja mempercayai omongan pembeli, pastikan anda bisa mencek sendiri kualitasnya atau bawa teman yang sudah berpengalaman soal perbatuan.

1.  Dalam bentuk batu cincin

Untuk batu akik yang sudah jadi, baik itu dalam bentuk cincin yang sudah menggunakan pengikat atau yang masih dalam butiran yang tinggal di pasang, maka harganya juga beragam, yakni antara Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) hingga Rp. 20 jutaan. Tapi kembali lagi ke kualitas dan jenisnya, untuk yang jenis bacan Doko tentu jauh lebih mahal dari jenis lainnya, seperti Palamea dan Obi. Nah beberapa di bawah ini contoh real dari harga batu mulia bacan:

 Batu Baca jenis Doko Super Kristal dengan karat 40,38 Ct.gambar batu bacan doko

Perhatikan dengan seksama serat di dalamnya yang menandakan batu bacan ini asli dan juga masih digolongkan hidup karena nantinya serat tersebut akan hilang sedikit demi sedikit seiring dengan semakin lamanya digunakan. Sangat wajar kalau pesona batu itu tak pernah lekang dimakan waktu dan juga menjadi salah satu bahkan batu akik termahal no.1 di Indonesia. Untuk mendapatkannya maka baiknya beli langsung di daerah asalnya atau di toko yang sudah menyediakan sertifikat aslinya.
Gambar Palamea 15 Ct
akik doko super kristal
 Terlihat jelas perbedaan dari kedua contoh di atas yang mana pada Palamea tampak terlihat kebiruan dan agak gelap. Harganya pun berbeda jauh, kalau ini cuma Rp. 7.500.00, jadi kurang lebih hanya setengah harga dari Bacan Doko. Jika memang hanya ingin dijadikan sebagai batu cincin baiknya beli ini, tapi kalau untuk investasi maka pilihlah yang pertama karena nanti bisa dijual kembali.

2.  Bongkahan Batu

Sekarang ini, bukan saja cuma batu akik dalam bentuk cincin atua pun liontin, tapi juga yang masih dalam bentuk bongkahan. Banyak alasan yang mendasari ini, selain karena banyak produsen yang ingin memperoleh penghasilan dari jalur lain, bukan cuma dari barang jadi yang telah mengalami proses penggosokan. Di samping itu, bentuk bongkahan lebih mudah menjualnya karena tak perlu dilakukan usaha apa pun untuk mendapatkan untung. Dan ada juga faktor lain, ya apalagi kalau bukan karena tingginya permintaan yang disebabkan banyak juga orang yang sudah ikut pelatihan dalam memproses batu akik menjadi barang yang sudah jadi sempurna dan ingin terjun dalam bisnis batu permata khas Indonesia ini.
Berdasarkan pengamatan Caraspot, ternyata ada beragam harga untuk bongkahan batu bacan ini, salah satu yang bisa kami sampaikan adalah dari penjualan secara online dengan spesifikasi berat 2 Kg dengan jenis super yang dihargai Rp. 45 juta. Jika kita membandingkan antara harga per biji cincinnya yang disebutkan di atas (dikisaran 5 jt) bisa dibilang masuk akallah, hanya saja dari satu bongkahan bacan tersebut bisa saja ada bagian yang merupakan batu biasa dan tidak bisa dibentuk jadi permata. Itulah sebabnya harus jeli dan hati-hati juga jika ingin membeli dalam bentuk seperti ini.
Jika mau yang lebih murah bisa juga mengunjungi situs yang menyediakan khusus batu bacan bongkahan, tepatnya di batu-bacan.com – Di dalam situsnya, selain disediakan yang sudah dalam bentuk sempurna, juga banyak bongkahan yang belum mengalami pengolahan sama sekali, mulai dari jenis blue elactrik seberat 200 gram, serat kura-kura, doko super 85 gram sseharga 12 juta dan banyak lagi lainnya. Hanya saja umumnya yang disediakan tergantung pasokan yang mereka miliki dan kadang juga untuk satu akuran hanya ada 1 stoknya sehingga harus cepat-cepat order jika tidak mau didahului pembuat mata cincin lainnya.

sumber: caraspot.com

Jenis Batu Bacan part 2

  Batu Cincin Bacan Obi

bacan obi putih
Batu akik Obi ini bisa dibilang pamornya di bawah dari dua yang disebut diatas, hanya saja kalau mau mencari varian warna yang lebih cerah atau pun lembut maka jenis bacan inilah yang cocok karena ada beragam variasi warnanya, ada Obi putih, merah, kuning dan lainnya. Buat kamu yang suka pakai cincin tapi tidak ingin terlalu mencolok warnanya maka bisa memilih yang putih, lebih bersih dan lembut. Dipasaran harganya dibandrol di kisaran Rp. 2 juta rupiah. Cukup murah untuk kamu yang juga ingin bergaya dengan batu bacan yang sekarang ini no. 1 keterkenalannya di Indonesia.
Permata asal maluku ini tidaklah terlalu sulit ditemukan. Sekalipun masih dari tanah Maluku juga tapi karakternya berbeda yang mana ia tidak bisa mengalami perubahan walau telah digunakan dalam waktu lama. Sedangkan untuk dua jenis di atas bisa mengalami penjernihan secara alami dari waktu ke waktu. Banyak gemolog, istilah untuk pakar batu mulia, menilai kalau bacan Obi masih digolongkan sebagai kulit dari batu akik dan belum termasuk sebagai intinya, itu pula sebabnya harganya jauh beda dengan Doko dan lainnya, tapi walau begitu, harga 2 juta bukanlah uang sedikit, apalagi kalau hanya batu yang berukuran tidak lebih dari butiran kelereng kaca.

sumber: caraspot.com

Jenis Batu Bacan part 1

Caraspot sangat berharap penjelasan ini dibuat seakurat mungkin dengan artikel yang berkualitas yang mengulas tuntas segala macam batu bacan termahal yang berkulitas tinggi hingga yang termurah dengan harga kurang dari 1 juta rupiah. Gunanya sudah barang tentu agar anda yang berminat membeli bisa tahu secara pasti segala seluk beluknya tanpa harus bingung lagi mencari referensi karena di sini sudah terpercaya dan bisa diandalkan. Semua poin penting soal BACAN akan dikupas tuntas di sini, bahkan hingga sisi unik yang ada dalam jenisnya, mulai dari Obi, Palamea hingga Doko yang fenomenal tersebut.

1.  Batu Bacan Doko

batu akik bacan doko kualitas super no. 1Batu bacan Doko adalah salah satu dari sekian banyak jenis yang memiliki nilai jual tinggi dan masuk dalam jenis batu akik termahal yang sudah kami bahas tuntas sebelumnya. Tempat asal penambangannya adalah, sesuai dengan namanya, berada di desa Doko Maluku Utara, lebih tepat lagi berada di Halmahera, kecamatan Bacan Barat yang masih dalam pulau Kasiruta. Warna dominan dari dari Doko ini adalah hijau, ada yang warnanya hijau tua agak kehitaman dan ada pula yang hijau bening. Banyak yang menyebut bahwa ini adalah ‘batu hidup’. Ini karena kemampuan batu permata ini untuk melakukan metamorfosis layaknya tumbuhan, atau kalau para maniak Akik menyebutnya melakukan pengkristalan yang mana dari awalnya memiliki seat atau guratan di dalamnya, lambat laun akan berubah menjadi bening dan bersih. Di samping itu, keunikan lain yang didapati dari batu bacan ini adalah karena ia mampu menyerap unsur logam yang melekat padanya, misalnya saja dibuat dalam bentuk batu cincin kemudian pengikat atau gagangnya dari emas, maka lama kelamaan akan terlihat seperti bintik emas di permukaannya karena kemampuan yang kita sebutkan tadi, yaitu bisa menyerap unsur yang ada didekatnya. Luar biasakan? itulah sebabnya hingga kini, kualitas super dari batu mulia ini diburu dan berada di peringkat no. 1 dari semua jenis akik yang ada. Anda bisa cek di Google Trend yang mana ia masuk dalam 3 besar pencarian di mesin pencari.

Keunikannya…

Ternyata sejak beratus tahun yang lalu masyarakat Tidore, Ternate, dan Jailolo sudah mengenal ini sebagai batu mulai berharga dan sering dijadikan sebagai perhiasan untuk keperluan pesta dan selainnya. Di samping itu harga dari bacan doko ini bisa dibilang mengalahkan emas, karena untuk yang Super Kristal dibandrol hingga Rp. 18 juta dengan spesifikasi: 40,58 Ct (karat).
Ada juga yang telah membuktikan kalau ternyata batu mulia ini bisa berfungsi layaknya ujung jari seseorang dalam menggunakan hanphone layar sentuh atau touchscreen. Ini karena unsur metalik khusus yang terdapat di dalamnya.
Di Korea yang merupakan salah satu negara yang menjadi konsumen batu bacan asal Indonesia mengenalnya dengan sebutan Green Jade atau batu jade hijau. Selain itu, India juga menjadi salah satu negara yang senang produk asal negara kita dan banyak melakukan impor untuk barang ini.

2.  Batu Akik Palamea

 

 

Sama halnya dengan jenis Doko, batu bacan Palamea juga diambil dari nama desa dimana ia banyak ditemukan, yakni di desa Palamea yang juga masih masuk dalam area Halmahera, Bacan Barat. Warna dominan dari jenis gemstone ini adalah hijau yang agak kebiruan. Adapun dari segi guratan atau serat yang ada di dalamnya, ia jauh lebih bening dari Doko setelah mengalami proses kristalisasi. Tapi kalau dari segi harga tentu Palamea ini kalah jauh dari saudaranya yang pertama di atas, bahakan bisa setengahnya. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui para pecinta batu permata Palamea bahwa kandungan kapur di dalamnya jauh lebih banyak dari yang berasal dari Doko, itu pula mungkin sebabnya kualitas dan harganya kalah. Sekalipun sebenarnya kalau dalam ilmu perbatuan warna biru cenderung lebih berkelas, seperti halnya pada batu Safir jenis Blue Saffire menjadi yang terbaik dikelasnya.
Hal lain yang belum di bahas mengenai batu bacan doko maupun palamea dan jenis lainnya adalah tingkat kekerasannya yang bisa mencapai 7,5 skalah Mohs. Tapi itu untuk yang sudah mengalami proses pengkristalan yang lebih lama selama beratus tahun, dan adapun yang masih tergolong muda, dalam artian pengkristalannya masih baru terjadi, umumnya kekerasannya hanya berkisar 3-4 Mohs. Itu pula sebabnya mengapa anda harus jeli ketika membeli batu cincin ini, karena tidak semua bisa digolongkan dalam kualitas super, ada juga yang biasa saja dan harganya seharusnya juga lebih murah. Nah, agar tidak mudah tertipu ketahui juga cara membedakannya:
  • Buktikan dengan digosok menggunakan kaca, jika ia memang bacan asli yang berkualitas maka tidak akan ada goresan yang timbul, malah ujung kacanya yang akan terlihat hancur.
  • Perhatikan seratnya karena umumnya yang asli dan ‘masih hidup’ memiliki guratan yang jelas di dalamnya. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan senter sorot khusus. Hati-hati pula dengan barang mirip asli yang biasa dikenal dengan istilah ‘Bacin’ atau Bacan Palamea Cina yang bentuknya tak memiliki serat sama sekali dan kelihatan bening dan mulus.
  • Tanyakan ada sertifikat nya atau tidak, dan bila ada, pastikan apakah resmi dibuat dari Laboratorium Gemologi terpercaya yang telah kita bahas sebelumnya yang juga bisa anda temukan di dalamnya alamat mana saja tempat pembuatan sertifikat batu akik tersebut.
  • Baca info lebih lengkapnya mengenai : Cara Membedakan Batu Akik Asli atau Palsu yang telah kami bahas pada artikel sebelumnya. Di sana anda akan bisa tahu apa saja cara mengetes sehingga kita bisa tau pasti kualitas batunya, termasuk untuk yang Bacan.
sumber: caraspot.com

Sejarah Batu Bacan


Nama batu Bacan semakin populer seiring fenomena batu akik di Indonesia yang semakin meluas. Namun belum banyak orang yang tahu asal usul dan sejarah batu alam yang dinamakan Bacan itu.
 
Batu Bacan merupakan kekayaan alam Maluku Utara yang sudah dikenal sejak tahun 1960an. Menariknya, Batu bacan ini terdapat di pulau Kasiruta bukan pulau Bacan.
 
Istilah bacan sendiri diambil dari nama tempat perdagangan batu tersebut. Sedangkan penghasil batu tersebut adalah Pulau Kasiruta. Pulau ini berada tidak jauh dari Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan. Sedangkan Pulau Bacan merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan.
 
Karena pusat pemerintahan terdapat di Labuha, pulau Bacan maka batu tersebut dinamai batu bacan. Pada masa itu, jenis batu bacan yang digemari masyarakat adalah warna hati hiu, kembang super dan warna biru.
 
Di Indonesia, Batu Bacan mulai populer sejak tahun 2005. Padahal pada tahun 1960 disebutkan bahwa Presiden RI Soekarno pernah dihadiahi batu tersebut kala berkunjung ke Pulau Bacan. Bahkan batu alam ini digunakan sebagai perhiasan berharga pada masa kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan.
 
Oleh karena Pulau Bacan lebih populer dan dikenal luas dibandingkan Pulau Kasiruta, maka untuk memudahkan penamaan batu giok asli alam Pulau Kasiruta ini disebut batu bacan. Sehingga, jika orang menyebut batu bacan, yang dimaksud adalah bacan doko dan palamea yang berasal dari Pulau Kasiruta.
 
Berdasarkan tempat asalnya, batu bacan ada 2 jenis. Yaitu, Bacan Doko yang berasal dari Desa Doko dab berwarna hijau tua dan Bacan Palamea, karena asalnya dari Desa Palamea dan berwarna hijau muda kebiruan.
 
Lalu siapa orang yang pertamakali menggosok batu bacan mentah hingga menjadi kinclong? Menurut cerita, orang itu bernama Muhammad tinggal di desa Amasing, Bacan.
 
Puluhan tahun silam, nilai batu bacan tidak dihargai semahal seperti sekarang ini. Maklum saja, karena dulu tidak ada pembeli lokal dan pembeli dari luar daerah.
 
Pada saat itu, tidak ada masyarakat yang mencari nafkah mencari batu bacan (penambang). Mata pencaharian masyarakat di pulau Kasiruta sebagai petani yang pergi ke kebun/ mencari damar. Kadang mereka menemukan batu bacan di sungai atau erosi (gunung yang longsor).
 
Petani yang menemukan batu bacan biasanya menukar batu bacan dengan barang-barang sembako.
 
Sekitar tahun 1990an, batu bacan berbentuk bongkahan seberat kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura (yang nilainya ditukar
Rupiah  pada masa itu sebesar 7 juta ).
 
Bapak pemilik batu bacan bernama Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Sekarang desa Palamea sudah  menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat.
 
Pembelian batu bacan oleh orang singapura dengan harga yang masa itu cukup tinggi menyebabkan batu bacan sudah mulai dikenal di kalangan penggemar batu mancanegara.
 
Peminat batu bacan mulai semakin banyak memasuki tahun 2005. Pembeli yang sangat berminat dengan batu bacan adalah kalangan dari Suku Tionghoa. Mereka membeli batu bacan dengan warna hijau dan biru dengan harga yang sangat mahal.
 
Bahkan sejak tahun 2009 sampai sekarang, banyak pembeli dari Jakarta dan luar negeri yang datang langsung ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta untuk membeli bongkahan batu bacan dengan harga yang sangat mahal hingga mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
 
 

(ruli)
sumber : harianterbit.com